#langlangkotaradiomayangkara.com ► Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Muhdianto mengatakan data sampai saat ini jumlah kelompok asman toga baru sebanyak 102yang tersebar di 22 kecamatan. Sehingga belum semua desa terdapat aan toga. Muhdianto menjelaskan
“Asman toga di Kabupaten Blitar dimulai sejak 20/17 lalu yang Seiring berjalannya waktu perkembangan asman toga di Kabupaten Blitar terus berkembang,” ucap Mudianto (20/1)
Diharapkan jumlah asman toga terus bertambah sehingga pemanfaatan obat keluarga di lingkungan sekitar perlu pelan-pelan dikembangkan yang berdampak baik bagi masyarakat utamanya untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Muhdianto memastikan pihakny melalui puskesmas terus melakukan pembinaan kepada kelompok asmantoga di kabupaten Blitar. [Aprilia]
#langlangkotaradiomayangkara.com ► Plt. Kabid Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung – Dedy Azhar Muhammad mengatakan pihaknya telah berencana untuk membuat rumah apung yang berada di kawasan pantai brumbun yang nanti akan digunakan sebagai tempat wisata pada tahun ini.
“Pengembangan pariwisata itu karena di pantai brumbun yang memang banyak keramba bisa digunakan sebagai rumah apung dan tempat pemancingan,” ujar Dedy (20/1)
Dedy menyebut dengan adanya pengembangan sektor ekonomi tersebut diharapnya nantinya perekonomian masyarakat pantai Brumbun bisa bertumbuh dan meningkatkan pendapatannya.
Dedy menyebut untuk pengelolaan wisata itu nanti akan dilakukan oleh Pokwasmas Resko Samudro Pantai brumbun.
Dedy menambahkan nantinya pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Disbudpar Tulungagung terkait dengan pembagianretribusi dari tempat wisata itu. [Anggi wahyu]
#langlangkotaradiomayangkara.com ► kepala Desa Polosokandang Agus Waluya mengatakan pihaknya memastikan akan memberikan sanksi tegas bagi pemilik kos maupaun yang menyewa tempat kos dijakdikan lokasi mesum bia tidak mengindahkan surat edaran dari Pemdes Plosokandang karena pihaknay geram pada akhir tahun 2022 dan awal tahun 2023 sudah beberapa kali terjadi pengrebekan tempat kos.
“Salah satu poin surat edaran itu berbunyi tempat kos yang ada di wilayah Plosokandang harus ada penjaga 24 jam sebagai antisipasi penyalahgunaan tempat Kos,” kata Agus (20/1)
Selain itu bagi penyewa kos yang ketahuan disalahgunakan juga akan di tindak tegas salahs atunya yaitu didenda agar bisa memberikan efek jera tidak mengulangi perbuatannya.
Agus menambahakan pihaknya memastikan telah meminta kepada RT/RW dan masyarakat desa plosokandang untuk menjaga lingkungannya dari tindakan asusial tersebut. [Anggi wahyu]
#langlangkotaradiomayangkara.com ► Sutrisno (75) warga Desa Sumberingin Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar ditemukan membusuk meninggal dunia di rumahnya tadi pagi. Korban yang hidup sendirian itu meninggal dunia terbaring kamarnya.
“Penemuan korban diawali saat lampu rumah korban masih menyala saat matahari sudah bersinar Tetangga lalu mencari korban sembari mengantar sarapan,” ucap AKP Ahmad Rochan (20/1)
Karena tak merespon saat dipanggil salah satu tetangga memanggil warga lain untuk mengecek keberadaan korban di kamar melalui ventilasi jendela. Dari situ diketahui Mbah Sutrisno sudah meninggal dunia membusuk di dalam kamarnya.
Warga lalu masuk ke dalam rumah. Sebagian melapor ke perangkat desa setempat dilanjutkan ke polisi. Dari hasil olah tkp polisi tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban.
Rochan menambahkan Mbah Sutrisno dimakamkan keluarga usai kerabat korban membuat surat pernyataan agar peristiwa ini tak dilakukan proses hukum yang disaksikan perangkat desa setempat. [Glorian]
#langlangkotaradiomayangkara.com ► Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Mohammad Anshori mengatakan E-M laki-laki 30 tahun warga Campurdarat dan M-T laki-laki 34 tahun warga Gondang sampai hari ini masih diperiksa polisi di Polres Tulungagung usai ditangkap Senin lalu karena diduga terlibat peredaran narkoba.
“Awalnya anggota Satreskoba mendapat informasi dari masyarakat jika diduga ada peredaran narkoba di wilayah Campurdarat,” kata Iptu Mohammad Anshori (19/1)
Setelah diselidiki pelaku E-M berhasil ditangkap dengan barang bukti tiga ribu butir pil dobel L yang disimpan pelaku di dua botol warna putih satu poket sabu-sabu alat hisap sabu timbangan digital 6 butir pil Alpazrolam dan 1 butir obat Diazepam.
Dari keterangan pelaku E-M polisi mendapat satu nama pelaku lain yakni M-T yang diduga masih satu jaringan dengan pelaku E-M dan langsung dilakukan penangkapan hari itu juga. M-T ditangkap di wilayah Desa Notorejo Gondang dengan barang bukti 131 butir pil dobel.
Iptu Mohammad Anshori menambahkan keduanya kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rutan Polres Tulungagung. Untuk tersangka E-M bakal dijerat Pasal 114 ayat (1) sub Pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan atau Pasal 197 sub Pasal 198 Jo Pasal 98 ayat (2) , (3) UU RI No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Jo Pasal 60 ke 10 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan atau Pasal 60 ayat (1) huruf b sub Pasal 62 UU RI No 5 tahun 1997 tentang Psikotropika.
Sementara untuk tersangka M-T bakal dikenakan Pasal 197 sub Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) UU RI No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Jo Pasal 60 ke 10 UU RI No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. [Ayu]
#langlangkotaradiomayangkara.com ► Sekretaris Pusat pelayanan terpadu perlindungan perempuan dan anak kabupaten Blitar Ana Lyes Setyaningrum membenarkan data baru di dua minggu pertama tahun 2023 sudah ada 15 permohonan rekom dispensasi nikah untuk anak dibawah usia perkawinan atau dibawah 19 tahun.
Lyes menjelaskan dari permohonan dispensasi nikah ini diketahui ada beberapa faktor diantaranya karena pemohon atau anak yang sudah lama berpacaran sehingga orang tua merasa khawatir dan menikahkan anaknya.
Selain itu ada beberapa faktor lain diantaranya anak sudah tidak mau melanjutkan sekolah ke jenjang SMA serta beberapa anak dibawah umur yang sudah hamil terlebih dahulu.
Lyes memastikan pihaknya tidak serta merta langsung menyetujui permohonan rekom dispensasi nikah ini karena mempertimbangkan masa depan anak. Sebisa mungkin pihaknya melakukan mediasi dengan anak maupun keluarga agar bisa menunda hingga usia yang mencukupi.
“Dari 15 permohonan rekom dispensasi nikah ini 9 permohonan disetujui karena dinilai mendesak dan 6 permohonan ditolak karena pertimbangan lain,” ujar Lyes (19/1)
Lyes mengakui kasus ini memang memprihatinkan sehingga perlu kerja sama semua pihak baik dari pemerintah sekolah maupun orang tua untuk melakukan penanganan secara bersama agar angka dispensasi nikah bisa ditekan. [Aprilia]
#langlangkotaradiomayangkara.com ► Ketua Askab PSSI Blitar Fatatoh Hironi Ulya mengatakan sejauh ini belum menerima dukungan anggaran dari Koni terkait persiapan pemain jelang perhelatan Pekan Olahraga provinsi atau Porprov 2023. Hal ini membuat cabor sepakbola terancam absen dari ajang tersebut.
“Ada selisih paham antara KONI dan Askab PSSI dalam perhelatan Porprov sepakbola,” ucap Fatatoh (19/1)
Koni menganggap kualifikasi jelang yang dilakukan sebelum Porprov dimulai dianggap kegiatan diluar Porprov sehingga PSSI diminta mencari anggaran secara mandiri.
Berangkat dari itu PSSI hingga kini belum menyiapkan para pemain. Sebab jika harus menggunakan dana mandiri Fatatoh mengaku angkat tangan dan lebih memilih agar cabor sepakbola absen dalam event olahraga di Sidoarjo Raya tersebut.
Fatatoh menambahkan pada dasarnya Askab PSSI Blitar memiliki banyak pemain muda yang siap dipanggil untuk menjalani seleksi. Namun itu urung dilakukan sebelum ada kejelasan terkait dukungan anggaran dari KONI. [Glorian]
#langlangkotaradiomayangkara.com ► Kasi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas is) Kantor Kementerian Agama Tulungagung Ahmad Balya mengatakan maraknya pernikahan dini di Tulungagung saat ini menjadi PR besar bagi pemerintah daerah. Sehingga dalam hal ini Balya mengatakan pihaknya akan kembali menggelar BURS atau bimbingan usia remaja sekolah pada tahun ini.
Untuk tahun 2023 kami menargetkan 240 anak remaja dengan usia rentang 15-19 tahun atau anak yang masih duduk di bangku sekolah atau perkuliahan,” kata Balya (19/1)
Balya menjelaskan materi pada BURS nanti tentu lebih mengarah kepada pendidikan pra nikah dan persiapan nikah untuk usia remaja. Di sisi lain pendidikan sex edukasi juga akan diberikan kepada mereka.
Sementara itu pada tahun 2022 kemarin pihaknya juga telah melaksanakan BURS atau bimbingan usia remaja sekolah sebanyak 240 anak. [Ibnu haswi]
#langlangkotaradiomayangkara.com ► Ketua Bawaslu Tulungagung – Fayakun mengatakan pihaknya berencana akan segera memanggil KPU Tulungagung untuk meminta klarifikasi maupun meminta keterangan terkait adanya kesalahan input yang sempat meloloskan peserta yang tidak hadir dalam tes tulis 9 Januari 2023 lalu. Selain meminta keterangan KPU pihaknya tentu juga akan memanggil peserta yang bersangkutan tersebut.
“Sebelum memanggil pihak-pihak terkait itu saat ini pihaknya sedang melengkapi syarat formil dan materil,” ujar Fayakun (19/1)
Fayakun juga mengatakan jika nanti dalam proses kajian itu memenuhi unsur pelanggaran maka akan dilanjutkan dan bila tidak nanti akan dihentikan. sementara disinggung soal sanksi yang bisa diterima Fayakun menyebut sanksi yang diberikan bisa berupa sanksi administrasi sanki etik dan sanksi pidana tergantung dengan hasil penyidikan pelanggaran itu.
Sebelumnya diberitakan Bawaslu Tulungagung menemukan beberapa peserta yang tidak ikut tes tulis Panitia Pemungutan Suara (PPS) dinyatakan lolos oleh KPU Tulungagung. Bawaslu Tulungagung telah meminta KPU Tulungagung untuk menindaklanjuti temuan itu. [Anggi wahyu]
#langlangkotaradiomayangkara.com ► Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tulungagung Fajar Widariyanto mengatakan setelah sekitar 3 pekan beroperasi Mal Pelayanan Publik (MPP) di Tulungagung rata-rata dikunjungi sekitar 50 orang setiap harinya.
“Dari 29 loket yang disiapkan untuk melayani masih beberapa loket yang banyak dikunjungi masyarakat, ucap Fajar (19/1)
Loket yang banyak dikunjungi masyarakat seperti layanan Kependudukan di Dispendukcapil, Perizinan OSS di DPMPTSP, Keimigrasian di Loket Kantor Imigrasi Blitar yang beroperasi seminggu sekali setiap hari rabu.
Selain itu ada layanan SIM yang berada dihalaman MPP juga ramai dikunjungi setiap harinya. Sementara untuk sisanya layanan masih tergolong sepi. Fajar juga mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terkait operasional MPP setiap bulannya sampai nanti menjelang grand launching yang dilakukan oleh Kemenpan RB.
Fajar menambahkan dalam operasional MPP kedepan masih bisa dimungkinan untuk penambaban maupin pengurangan loket layanan yang diberikan kepada masyarakat. [Anggi wahyu]