Radio Mayangkara

Kritis & Solutif

  • Digitalisasi ‘Living Culture Experience’: Strategi Dosen UM Perkuat Tata Kelola Budaya Lokal di Lembah Dilem Wilis

    MALANG, 10 Juni 2026 – Dalam upaya nyata mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 11 mengenai Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, tim dosen Universitas Negeri Malang (UM) meluncurkan program pengabdian masyarakat berbasis teknologi di kawasan wisata Lembah Dilem Wilis, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek.

    Melalui aksi ini, tim dosen dari Departemen Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Departemen Ekonomi Pembangunan FEB dan Departemen Teknik Sipil UM mengintegrasikan pelestarian budaya lokal dengan teknologi melalui strategi Digitalisasi Living Culture Experience.

    Sinergi Lintas Disiplin dan Kolaborasi Mahasiswa

    Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 8 Juni 2026 ini dipimpin oleh Prof. Dr. Sri Untari, M.Si. (Ketua Tim Dosen HKN FIS UM), dengan anggota lintas fakultas yaitu Dr. Agung Hariyono, S.E., M.Pak (Fakultas Ekonomika dan Bisnis) dan Dr. Nindyawati, S.T., M.T (Fakultas Teknik).

    Program ini juga menjadi wadah implementasi pembelajaran kolaboratif dengan melibatkan mahasiswa UM, antara lain:

    • Rafli Ragil Wijaya Syahputra, S.Pd.
    • Maulana Reza Pahlevi
    • Pijar Cahaya Langit
    • Almaida Narita Yuki
    • Muhammad Fachril Faturahman

    Menghidupkan Sejarah Lewat Teknologi QR Code/Media Digital

    Bekerja sama dengan tim pengelola Lembah Dilem Wilis yang diketuai oleh Bapak Yohan, kolaborasi ini bertujuan mengoptimalkan potensi budaya, sejarah, dan ekonomi lokal. Lembah Dilem Wilis dikenal tidak hanya karena panorama alamnya yang memukau, tetapi juga karena menyimpan aset sejarah penting, termasuk situs pengolahan kopi peninggalan era kolonial Belanda.

    Melalui program ini, tim UM melakukan digitalisasi informasi di berbagai titik destinasi. Wisatawan kini dapat mengakses informasi edukatif secara digital mengenai:

    1. Sejarah pabrik pengolahan kopi era Belanda.
    2. Proses produksi kopi lokal khas Dilem Wilis.
    3. Unit usaha peternakan susu sapi perah.
    4. Berbagai aktivitas ekonomi kreatif masyarakat setempat.

    “Pengembangan living culture experience berbasis digital ini adalah langkah krusial untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus mendongkrak kualitas tata kelola wisata. Dengan digitalisasi, sejarah dan aktivitas ekonomi masyarakat terdokumentasikan dengan baik, mudah diakses, serta mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar,” ujar Prof. Dr. Sri Untari, M.Si.

    Sambutan Positif Pengelola Wisata

    Ketua Pengelola Lembah Dilem Wilis, bapak Yohan, menyambut hangat inisiatif ini. Menurutnya, kehadiran sistem informasi digital sangat membantu pengunjung memahami esensi sejarah kawasan tersebut secara lebih mendalam.

    “Digitalisasi ini juga menjadi sarana promosi yang sangat efektif untuk memperkenalkan produk unggulan kami, seperti kopi dan olahan susu, ke pasar yang lebih luas,” ungkap  pak Yohan.

    Kontribusi Nyata untuk SDGs 11

    Sinergi antara perguruan tinggi, pengelola wisata, dan masyarakat ini diharapkan mampu menciptakan tata kelola budaya yang adaptif terhadap era digital. Langkah konkrit dari civitas akademika UM ini menjadi bukti nyata kontribusi sektor pendidikan dalam melestarikan warisan budaya, memperkuat identitas lokal, serta membangun destinasi wisata yang berkelanjutan dan inklusif.

    Kontak Media:

    No. HP/WhatsApp: 082132108223/ 081216386602

  • Anggaran Gaji ke-13 ASN Blitar Turun dari Rp20,8 miliar Jadi Rp20,3 Miliar

    Anggaran gaji ke-13 ASN Kota Blitar turun dari Rp20,8 miliar menjadi Rp20,3 miliar. Penurunan dikarenakan adanya sejumlah ASN yang pensiun.

    Kepala BPKAD Kota Blitar, Heru Eko Pramono, mengatakan alokasi anggaran untuk pembayaran gaji ke-13 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Blitar, baik PNS maupun PPPK, turun dari awalnya Rp20,8 miliar menjadi Rp20,3 miliar.

    Penurunan itu disebabkan karena adanya sejumlah ASN yang pensiun, sehingga disesuaikan dengan jumlah ASN yang masih aktif bekerja.

    Heru menyebut gaji ke-13 dijadwalkan cair pada 15 Juni 2026.

    Pembayaran sengaja dilakukan di pertengahan bulan agar pemanfaatannya tepat sasaran.

    Gaji itu diperuntukkan untuk membantu ASN memenuhi kebutuhan di pertengahan tahun, seperti biaya pendidikan anak mulai dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi.

    Kebutuhan pendidikan saat ini menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar bagi banyak keluarga.

    Hal itu juga dirasakan oleh ASN yang memiliki anak di bangku perguruan tinggi, sebab tidak semua ASN berada pada golongan dengan tingkat pendapatan tinggi.

    Masih banyak ASN golongan I maupun golongan II yang harus mengatur keuangan secara cermat agar dapat memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.

    Heru memastikan seluruh administrasi pencairan sudah diproses agar gaji ke-13 bisa diterima tepat waktu oleh ASN Kota Blitar.

    [DINDA]

  • Kabupaten Blitar Klaim Jadi Daerah Tercepat memBangun KDMP

    Kabupaten Blitar mengklaim menjadi salah satu daerah di Indonesia paling cepat membangun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

    Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar, Sri Wahyuni, mengatakan Kabupaten Blitar dinilai menjadi salah satu daerah paling cepat membangun KDMP.

    Sri menyebut dari 248 desa dan kelurahan yang menjadi sasaran program, total ada 196 gerai telah selesai dibangun 100 persen.

    Sementara 42 gerai lainnya masih dalam proses penyelesaian dan 10 lokasi masih dalam tahap persiapan karena terkendala lahan.

    Saat ini tercatat ada 13 KDMP yang menerima akses dan persetujuan melalui sistem Agrinas untuk persiapan operasional.

    Namun pembukaan penuh masih menunggu kesiapan sarana pendukung seperti jaringan air bersih, pompa air, hingga kelengkapan fasilitas toko.

    Sri Wahyuni memastikan pihaknya terus melakukan monitoring dan evaluasi (monev) untuk melihat permasalahan-permasalahan yang muncul di lapangan agar bisa segera disampaikan dan dicarikan solusinya sebelum gerai lain dibuka.

  • BPBD kabupaten Blitar Siapkan 60 Rit Air Bersih Antisipasi Kekeringan

    Musim kemarau mulai datang, BPBD Kabupaten Blitar belum menerima adanya laporan kekeringan yang membutuhkan bantuan air bersih.

    Memasuki musim kemarau tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Blitar menyatakan belum menerima laporan kekeringan dari wilayah manapun di Kabupaten Blitar.

    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, mengatakan meski belum ada laporan, BPBD tetap melakukan langkah antisipasi dengan menyiapkan sedikitnya 60 rit bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga apabila terjadi kekeringan pada musim kemarau ini.

    Wahyudi menyebut jumlah bantuan air bersih tersebut dapat ditambah sesuai kebutuhan di lapangan apabila terdapat desa yang mengajukan permohonan bantuan akibat kesulitan mendapatkan air bersih.

    Pemkab Blitar nantinya juga akan menerbitkan SK tanggap darurat bencana jika terjadi kekeringan.

    Berdasarkan data BPBD Kabupaten Blitar, terdapat 22 desa dan 43 dusun di tujuh kecamatan yang masuk kategori wilayah rawan kekeringan.

    Karena itu, pemantauan terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat tetap aman selama musim kemarau berlangsung.

    BPBD juga mengimbau masyarakat melapor ke pemerintah desa terlebih dahulu apabila mulai terjadi penurunan sumber air bersih agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

  • kepala bgn baru, Pemkot Blitar Tunggu Regulasi Baru Program MBG

    Pemkot Blitar masih menunggu regulasi terbaru dari program MBG pasca pergantian Kepala BGN.

    PJ Sekda Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono, mengatakan hingga saat ini belum ada petunjuk atau regulasi baru yang diterima pemerintah daerah pasca pergantian Kepala BGN.

    Karena itu, seluruh pelaksanaan program masih mengacu pada aturan dan mekanisme yang telah berjalan sebelumnya.

    Saat ini tercatat terdapat 30 SPPG yang beroperasi di Kota Blitar dengan total 58.484 penerima manfaat.

    Tri juga menjelaskan, seluruh kewenangan terkait operasional SPPG berada di bawah kendali BGN.

    Mulai dari penentuan operasional dapur hingga keputusan aktivasi maupun penghentian operasional SPPG menjadi kewenangan pemerintah pusat.

    Menurut Tri, pemerintah daerah melalui Satgas MBG hanya berperan melakukan monitoring pelaksanaan program serta membantu memperlancar proses perizinan yang dibutuhkan.

    Ia juga menegaskan, pemerintah daerah memastikan akan terus melakukan pengawasan dan pendampingan agar program MBG tetap berjalan lancar sambil menunggu kebijakan terbaru dari pemerintah pusat.

  • Tingkat Gemar Membaca Warga kota Blitar Masih Rendah dibawah 60%

    Tingkat kegemaran membaca masyarakat Kota Blitar masih rendah, di bawah 60 persen. Disperpusip bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk meningkatkannya.

    Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Blitar, Juyanto, mengatakan saat ini tingkat kegemaran membaca (TGM) masyarakat Kota Blitar sekitar 54,47 persen saja.

    Hal itu dipantau dari jumlah kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Bung Karno maupun Perpustakaan Kota Blitar.

    Jumlah ini masih rendah karena target nasional dan harapan di atas 60 persen.

    Menurut Juyanto, beberapa faktor yang membuat TGM belum optimal adalah masyarakat lebih banyak membaca lewat HP dan media sosial dibanding buku fisik, serta aktivitas kerja yang membuat warga kurang meluangkan waktu khusus untuk membaca.

    Selain itu, meski ada dua perpustakaan di Kota Blitar, belum semua warga merasa perpustakaan sebagai kebutuhan utama.

    Untuk menaikkan angka TGM, Disperpusip Kota Blitar menyiapkan beberapa program, mulai dari perpustakaan keliling dengan menjangkau sekolah dan kelurahan agar akses lebih mudah, kemudian menggelar bedah buku, storytelling, dan pameran.

    Dinas juga mulai memanfaatkan digitalisasi sehingga layanan baca online disiapkan untuk menarik generasi muda agar lebih tertarik.

    Juyanto berharap kolaborasi dengan sekolah, komunitas, dan orang tua bisa membuat budaya baca makin hidup.

    Sebab membaca merupakan investasi jangka panjang. Apabila TGM naik, kualitas SDM Kota Blitar juga ikut meningkat.

  • Musim Bediding Picu ISPA, Balita dan Lansia menjadi kelompok Rentan

    Musim bediding yang ditandai suhu udara lebih dingin dari biasanya mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Blitar.

    Kondisi cuaca ini berpotensi meningkatkan sejumlah penyakit, terutama yang berkaitan dengan saluran pernapasan.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr. Cristine Indrawati, mengatakan penyakit yang paling sering muncul saat musim bediding antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), flu, batuk pilek, asma, radang tenggorokan, hingga alergi kulit.

    Udara yang dingin dan cenderung kering dapat menurunkan daya tahan tubuh sekaligus mempermudah penyebaran virus dan bakteri penyebab penyakit.

    Menurutnya, suhu dingin ekstrem juga dapat memengaruhi kondisi tubuh.

    Cuaca dingin membuat sistem kekebalan tubuh menurun sehingga virus dan bakteri lebih mudah berkembang dan menyerang.

    Kondisi ini juga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, sementara udara kering berpotensi mengiritasi saluran pernapasan.

    Cristine menyampaikan kelompok yang paling rentan terdampak musim bediding adalah balita, lansia, dan penderita penyakit kronis.

    Pada balita, sistem kekebalan tubuh yang belum terbentuk sempurna membuat mereka lebih mudah terserang ISPA, flu, maupun diare.

    Sementara itu, lansia memiliki kemampuan adaptasi tubuh yang menurun sehingga lebih rentan mengalami gangguan pernapasan, nyeri sendi, dan masalah sirkulasi darah saat suhu udara turun.

    Sedangkan bagi penderita penyakit kronis seperti asma, penyakit jantung, dan diabetes, udara dingin dapat memicu kekambuhan penyakit yang sudah diderita.

    Serangan asma maupun gangguan pernapasan menjadi salah satu risiko yang perlu diwaspadai.

    Untuk mencegah dampak buruk musim bediding, masyarakat diimbau mengenakan pakaian hangat terutama pada malam dan dini hari.

    Konsumsi makanan bergizi serta minuman hangat juga dianjurkan untuk membantu menjaga suhu tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh.

    Selain itu, warga diminta tetap berolahraga secara teratur, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, menggunakan pelembap kulit untuk mencegah kulit kering, serta memastikan waktu istirahat yang cukup.

    [april]
    #MusimBediding #ISPA #BalitaLansia #DinkesBlitar #MayangkaraNews

  • Damkar Kota Blitar Tangani 146 Kasus Non-Kebakaran, Didominasi Evakuasi Sarang Tawon Vespa

    Sepanjang Januari hingga Maret 2026, UPT Pemadam Kebakaran Kota Blitar mencatat telah menangani 146 kasus non-kebakaran. Dari jumlah tersebut, paling banyak adalah evakuasi sarang tawon vespa.

    Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Blitar, Bayu Wijayanto, menjelaskan fenomena ini dipengaruhi perubahan musim.

    Saat musim hujan, tawon vespa mulai membangun sarang, sementara memasuki musim panas ukuran sarang semakin membesar.

    Bayu menambahkan, kebanyakan sarang tawon vespa ditemukan di lingkungan permukiman warga, baik di rumah maupun di pohon sekitar rumah.

    Sementara untuk kasus kebakaran, pihaknya mencatat sebanyak 10 kejadian dalam periode yang sama.

    Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melaporkan jika menemukan sarang tawon yang berpotensi membahayakan.

    [tiva]
    #Blitar #Damkar #TawonVespa #Evakuasi #MayangkaraNews
  • 88 Warga Kabupaten Blitar Ubah Kolom Agama di KTP Jadi Kepercayaan terhadap Tuhan YME

    Data terbaru menunjukkan sebanyak 88 warga Kabupaten Blitar telah mengajukan perubahan elemen data dengan mengganti kolom agama pada e-KTP menjadi “Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.” Jumlah ini meningkat dibanding Juli 2025 lalu yang tercatat 78 orang.

    Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Blitar, Tunggul Adi Wibowo, menjelaskan perubahan ini sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi yang memperbolehkan penganut aliran kepercayaan mencantumkan keyakinan mereka di KTP dan KK, bukan hanya enam agama resmi yang diakui pemerintah.

    Tunggul menegaskan, prosedur perubahan elemen data kolom agama harus melampirkan rekomendasi atau surat keterangan dari organisasi aliran kepercayaan.

    Proses dilakukan melalui layanan administrasi kependudukan maupun langsung di Dispendukcapil.

    KTP lama akan ditarik karena dinilai tidak valid, lalu diganti dengan KTP baru yang mencantumkan perubahan tersebut.

    Ia memastikan Dispendukcapil telah menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai ketentuan yang berlaku dalam proses perubahan elemen data masyarakat ini.

    [april]
    #Blitar #Dispendukcapil #KTP #Kepercayaan #MayangkaraNews
  • Dispendik Kota Blitar Akan Putus Bantuan Bimbel Gratis bagi Siswa yang Bolos

    Dinas Pendidikan Kota Blitar menegaskan akan menghentikan bantuan bimbingan belajar (bimbel) gratis bagi siswa yang tidak menunjukkan komitmen, terutama yang sering bolos.

    Kabid Pendidikan PAUD dan Nonformal Dispendik Kota Blitar, Jais Alwi, mengatakan saat ini memang ada satu hingga dua siswa yang absen, baik karena izin sakit maupun tanpa alasan.

    Ia menegaskan belum ada sanksi khusus selama ketidakhadiran masih dalam batas wajar.

    Namun jika tingkat kehadiran terlalu rendah, pihak lembaga diminta segera melaporkan ke dinas.

    Sebagai tindak lanjut, bantuan bimbel bisa dihentikan bagi siswa yang tidak disiplin.

    Jais menjelaskan lembaga bimbel terus berupaya mendorong siswa agar tetap hadir, mengingat waktu pelaksanaan semakin mendekati ujian.

    Ia berharap seluruh siswa dapat lebih disiplin dan memanfaatkan program bimbel gratis ini secara maksimal, sehingga benar-benar memberikan hasil optimal bagi kesiapan menghadapi SNBT.

    [tivanda]
    #Blitar #Dispendik #BimbelGratis #SNBT2026 #MayangkaraNews