Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) Margomulyo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, menginisiasi Workshop bertajuk Transformasi Koperasi Desa Merah Putih sebagai Pusat Pemberdayaan UMKM, Kamis (5/11/2026) via Zoom. Kegiatan ini menjangkau 751 peserta dari berbagai wilayah Indonesia.
Inisiatif berskala nasional ini lahir meski KDKMP Margomulyo masih dalam tahap persiapan operasional gerai. Koperasi memilih membangun fondasi melalui peningkatan SDM dan kolaborasi perguruan tinggi.
Kegiatan dibuka Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Blitar, Darmadi, S.Sos., M.Si. Darmadi juga mengapresiasi kolaborasi tersebut.
Menurutnya, kegiatan kerja sama antara koperasi dan perguruan tinggi merupakan langkah positif dalam membangun ekosistem pembelajaran, pendampingan, dan pengembangan usaha koperasi, sebab KDKMP harus menjalankan usaha secara sehat, profesional, transparan dan memberikan manfaat nyata bagi anggota.
Manajer KDKMP Margomulyo, Nio Awandha Nehru, S.Pd., mengatakan, kegiatan ini digelar dengan menggandeng Lembaga Pengembangan Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis (LPKIB) Universitas Islam Malang (UNISMA). Nio menilai pengembangan koperasi tidak harus menunggu fasilitas lengkap, tetapi bisa dimulai dari penguatan kapasitas, pemetaan potensi, dan pembangunan kemitraan untuk mendorong koperasi yang profesional dan berorientasi pada kesejahteraan.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi bagian implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ketua LPKIB UNISMA, Dr. Restu Millaningtyas, S.E., M.M., ACCAI, memberikan sambutan kunci tentang inkubasi dan pengembangan UMKM berbasis potensi desa.
Workshop ini menghadirkan narasumber akademisi dan praktisi. Materi pertama oleh Dr. Mohamad Bastomi, S.E., M.M., MOS., CRMP., CIBA, Kepala Pusat Pengembangan Kewirausahaan UNISMA, yang membahas penguatan kelembagaan KDKMP melalui ekosistem bisnis dan kemitraan.
Materi kedua oleh Ir. Brahmadhita Pratama Mahardhika, S.Pt., M.Si., IPP, Kepala Pusat Inkubator Bisnis UNISMA, yang membahas hilirisasi produk unggulan lokal, khususnya beras, melalui standardisasi, branding dan legalitas produk.
Sesi praktik baik diisi Manajer KDKMP Banggle, Mada Nova Nurkholifah, S.T. Ia membagikan strategi jemput bola dengan mendekatkan aktivitas perdagangan kepada warga, serta inovasi layanan seperti rencana Panen Raya Desa Banggle, layanan bantuan hukum, dan pembelian minyak jelantah.
Bagi KDKMP Margomulyo, kegiatan ini menjadi awal kolaborasi yang lebih luas dengan fokus hilirisasi beras lokal sebagai produk unggulan, mulai dari peningkatan kualitas, pengemasan, penguatan merek hingga pengembangan model bisnis berkelanjutan termasuk penjajakan dukungan penyediaan beras untuk kebutuhan zakat.
#Kopdes #Margomulyo #KopdesMargomulyo #KDKMP #Blitar #MayangkaraADV




















