Radio Mayangkara

Kritis & Solutif

Penulis: admin

  • PENDAMPINGAN BUMDes TOYOMARTO DALAM MENGELOLA TANAH KAS DESA SEBAGAI DESTINASI WISATA OLEH DOSEN FIS UM

    Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (FIS UM) melaksanakan kegiatan pendampingan pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dalam mengelola Tanah Kas desa (TKD) sebagai destinasi wisata di desa toyomarto Kecamatan singosari Kabupaten Malang.

    Berdasarkan Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Pasal 1 Ayat 6, BUMDES adalah badan usaha dengan sebagian atau seluruh modal yang dimiliki desa melalui investasi langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan, bertujuan untuk mengelola aset, layanan, dan usaha lainnya demi kesejahteraan masyarakat desa.

    Dengan demikian, BUMDES tidak hanya fokus pada keuntungan finansial, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan warga desa. Diharapkan, BUMDES dapat mengembangkan unit usaha yang memanfaatkan potensi ekonomi desa dalam hal ini Tanah Kas desa saat ini telah menjadi destinasi wisata Water Park Pentungansari.

    Menurut Pasal 87 UU No. 6 Tahun 2014, BUMDES adalah lembaga yang dibangun dengan semangat kekeluargaan dan gotong royong, untuk memanfaatkan segala potensi ekonomi, kelembagaan ekonomi, serta sumber daya alam dan manusia demi kesejahteraan masyarakat desa. Hal ini berkontribusi pada peningkatan jumlah BUMDES setiap tahun. Pada 2018, kementerian mencatat bahwa 61% desa di Indonesia memiliki BUMDES, meningkat dari 1.022 unit pada 2014 menjadi 45.549 unit pada 2018, dengan 1,07 juta tenaga kerja terserap.

    Tim yang terdiri dari Dr. Sri Untari, M.Si., Dr Agung Hariyono. SE.M.Pak dan Desinta Dwi Rapita, S.Pd, SH, MH dari FIS UM berfokus pada pendampingan pengelolaan BUMDES, bertujuan untuk mengembangkan Desa wisata Budaya di Toyomarto yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan desa melalui pengelolaan Tanah Kas Desa (TKD) “Pendampingan ini bertujuan memikirkan bersama BUMDes mengembangkan Water Park Pentungansari menjadi destinasi wisata yang menjadi bagian dari pengembangan desa wisata budaya di Toyomarto.

    Karena Toyomarto kaya akan potensi untuk berkembang sebagai desa wisata, sehingga BUMDes maju dan kesejahteraan masyarakat meningkat, sejalan dengan pemerintahan desa yang berkomitmen untuk menjadikan Toyomarto menjadi Desa wisata budaya ,” ujar Sri Untari.

    Dalam pendampingan, Sri Untari menggunakan pendekatan kolaboratif dengan perangkat desa, staf BPD, pengurus BUMDES, dan karang taruna dari Juli hingga November 2024.

    Kegiatan ini disambut baik oleh Kepala Desa Toyomarto, Sumito, SH, yang menyatakan bahwa kegiatan ini sangat menginspirasi pengelolaan BUMDES yang lebih profesional guna mengelola Water Park Pentungansari yang banyak dikunjungi wisatawan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga.

    Anggota Tim Agung Hariyono  menjelaskan, kegiatan ini dirancang dalam dua tahap. Pertama, Diskusi Kelompok Tefokus (Focus Group Discusion)  bersama BUMDES, Kelompok Sadar Wisata , aparatur desa untuk memetakan potensi desa yang mendukung, serta sistem pemerintahan dan keuangan dengan prinsip Good Governance.

    Kedua, fasilitasi terhadap BUMDES untuk menyusun Rencana bisnis pengelolaan Tanah Kas Desa sebagai destinasi wisata yang diminati dan mendatangkan wisatawan. Pengabdian ini mengutamakan silaturahmi dan komunikasi antara Universitas Negeri Malang dan perangkat desa Toyomarto untuk penguatan BUMDES dalam mengembangkan unit usaha dalam pemanfaatan Tanah Kas desa. Besar harapan Pentungansari akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengembangkan UMKM yang ada.

    Kepala Desa bapak Sumito.S.H menyatakan kegiatan ini diharapkan dapat mengembangkan Desa Toyomarto menjadi desa wisata mandiri dengan dukungan budaya dan UMKM, serta menjadi acuan bagi desa lain di Kabupaten Malang.

    Toyomarto bertekat untuk mewujudkan desa wisata budaya yang mandiri dan berkelanjutan, unyuk itu kerjasama dengan perguruan tinggi utamanya dengan para dosen UM ke depan akan semakin diintensifkan.

    Penulis: Aliyah AR. Alumni Psikologi UM

    (adv)

    #radioblitar #radiomayangkara

     

  • Baru 8 Rumah Pemotongan Hewan dan Unggas di Kota Blitar Bersertifikat Halal

    Baru 8 rumah pemotongan hewan dan unggas di kota Blitar yang sudah mempunyai sertifikat halal.

    Satgas Halal Kantor Kementerian Agama atau Kankemenag Kota Blitar – M. Agus Salim mengatakan, hingga kini baru 8 rumah pemotongan hewan dan unggas yang sudah memiliki perijinan lengkap dan sertifikat halal dari MUI. Meskipun pihaknya tidak memiliki jumlah pasti RPH dan RPU di Kota Blitar, namun jumlah ini masih kecil dibandingkan jumlah rumah pemotongan hewan dan unggas yang diperkirakan mencapai 20 unit lebih.

    Data ini juga diperkirakan masih akan bertambah karena ada sejumlah RPU yang sudah melakukan pengurusan sertifikat ini, namun sertifikat halal nya belum terbit.

    Untuk itu saat ini pihaknya terus mendorong para pelaku UMKM khususnya rumah pemotongan unggas untuk segera mengurus perijinan dan sertifikat halalnya, sebab dengan memiliki sertifikat halal maka para konsumen bisa lebih tenang membeli daging di RPH maupun RPU.

    Agus menambahkan, pengurusan sertifikat halal ini bisa dilakukan secara online atau datang langsung ke kantor.

    Reporter : Dinda
    #radioblitar #radiomayangkara

  • Penyidikan Kasus Keracunan Belasan Siswa SDN Bagelenan 2 Srengat Blitar Berlanjut

    Penyidikan kasus keracunan belasan siswa SDN Bagelenan 2 Srengat Blitar masih berlanjut, Polisi sebut pedagang sudah berjualan selama satu setengah tahun.

    Kapolres Blitar Kota – AKBP Danang Setyo Pambudi mengatakan, saat ini polisi masih terus menyelidiki kasus keracunan yang menimpa belasan siswa SDN Bagelenan 2 Srengat Blitar pada Oktober lalu.

    Penyelidikan mulai dari pemeriksaan saksi saksi dan menunggu hasil uji lab sampel sisa makanan jeli yang diduga jadi penyebab keracunan dari Labkesmas Surabaya. Danang menyebut dari kejadian itu banyak saksi yang telah diperiksa termasuk melibatkan tenaga ahli.

    Selain itu pedagang yang bersangkutan membenarkan jika makanan jeli itu di produksi sendiri dan sudah berjalan sekitar satu setengah tahun.

    Sebelumnya, sebanyak 16 siswa SDN Bagelenan 2 Srengat Blitar diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi jajanan jelly pada 18 Oktober 2024. Dua diantaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit.

    Reporter : Nindy
    #radioblitar #radiomayangkara

  • Ekspor Perdana Kendang Djembe dari Nglegok Blitar ke Tiongkok Bernilai 17 Miliar Rupiah

    Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melepas ekspor perdana kendang djembe dari nglegok Kabupaten Blitar Ke Tiongkok, dengan total nilai ekspor 17 miliar Rupiah dalam setahun.

    Hari ini, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi – Yandri Susanto resmi melepas ekspor kendang djembe dari Desa Ngoran Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar ke negara Tiongkok.

    Yandri mengatakan produk kendang Djembe yang diekspor ini merupakan produk lokal desa binaan bersama BUMDES dan pihak swasta.

    Yandri berharap ekspor ini bisa terus berlanjut dengan kualitas yang semakin meningkat karena nilai ekspor dari kendang Djembe Desa Ngoran mencapai 17 Miliar dalam setahun.

    Dia mengakui Produksi kendang Djembe mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal sehingga bisa membantu perekonomian warga desa dan menekan angka pengangguran.

    Yandri meminta potensi desa harus dikelola dengan maksimal oleh BUMDES serta dikelola secara profesional melalui pendampingan pihak swasta.

    Dia memastikan akan terus berkeliling guna memetakan potensi desa yang memiliki produk bernilai tinggi dengan.

    Reporter : April
    #radioblitar #radiomayangkara

  • Dinkes Kota Blitar Temukan 3 Kasus Malaria dari Januari hingga Awal November

    Mulai Januari hingga awal November, Dinkes kota Blitar menemukan 3 kasus penyakit malaria di Kota Blitar.

    Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Blitar – Trianang Prasetyawan mengatakan, mulai bulan Januari hingga kini ada 3 warga Kota Blitar yang terkena penyakit malaria. Mayoritas warga yang terjangkit malaria ini ketika sedang melakukan perjalanan dari luar wilayah di Kota Blitar dan melakukan pengobatan di kota Blitar.

    Sedangkan untuk penularannya berasal dari wilayah endemis.

    Meski Kota Blitar bukan wilayah endemis malaria, namun Dinkes terus melakukan pencegahan dan penanganan jika ditemukan kasus ini di Kota Blitar.

    Pihaknya juga meminta agar masyarakat menerapkan pola hidup bersih dengan menjaga lingkungan untuk tetap bersih dan terbebas dari penyakit.

    Trianang menambahkan, malaria merupakan penyakit infeksi menular yang menyebar melalui gigitan nyamuk. Penderita malaria akan mengeluhkan gejala demam dan menggigil beberapa hari setelah terinfeksi parasit yang dibawa nyamuk Anopheles.

    Reporter : Dinda
    #radioblitar #radiomayangkara

  • Satlantas Polres Tulungagung Akan Melimpahkan Berkas Kasus Laka Bus Bagong di Jalan Raya Ngantru Besok

    Besok, Satlantas Polres Tulungagung akan melimpahkan berkas kasus laka bus Bagong dengan sepeda motor di jalan raya Ngantru setelah berkasnya dinyatakan lengkap.

    Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan penyidikan kasus laka bus Bagong dengan sepeda motor di jalan raya Ngantru dengan tersangka MY warga Ngadiluwih Kediri sudah tuntas.

    Taat menyebut, kejaksaan negeri menyatakan berkas kasusnya sudah lengkap dan besok akan langsung dilimpahkan.

    Taat menegaskan kasus ini terus diproses hukum karena tidak terjadi kesepakatan damai antara keluarga tersangka dengan korban.

    Sementara itu, tersangka MY mengaku saat kejadian mendahului empat kendaraan di depannya karena lajur kanan kosong namun dari arah berlawanan muncul sepeda motor yang dikendarai korban.

    Tersangka dijerat dengan pasal 310 ayat (4) serta pasal 311 ayat (5) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan pidana penjara paling lama 12 tahun.

    Reporter: Ayu
    #radioblitar #radiomayangkara

  • Bawaslu Kota Blitar temukan 141 lembar surat suara Pilgub Jatim 2024 rusak

    Bawaslu Kota Blitar temukan 141 lembar surat suara Pilgub Jatim 2024 rusak.

    Ketua Bawaslu Kota Blitar – Roma Hudi mengatakan, dari hasil pengawasan sortir dan lipat surat suara Pilgub 2024 ditemukan 141 lembar surat suara Rusak.

    Kerusakan itu mayoritas karena robek, terdapat bintik noda, dan garis tepi terpotong.

    Roma menyebut, petugas juga mendapati adanya kelebihan surat suara yang dikirim pihak ketiga sebanyak 60 lembar.

    Sehingga kedua hal itu, segera direkomendasikan ke KPU agar segera dilaporkan ke pihak penyedia untuk mengganti surat suara yang rusak dengan yang baru.

    Sebelumnya, KPU Kota Blitar menerima 123.271 surat suara Pilgub Jatim 2024.

    Dengan rincian 120.181 lembar surat suara akan digunakan untuk kebutuhan TPS reguler dan TPS khusus dan 3.090 lembar surat suara cadangan atau 2,5 persen dari reguler DPT.

    Reporter : Nindy
    #radioblitar #radiomayangkara

  • Dinkes Kota Blitar Imbau Waspada Ancaman Penyakit Saluran Pencernaan dan Pernafasan Memasuki Musim Hujan

    Memasuki musim hujan, Dinkes Kota Blitar meminta masyarakat waspada ancaman penyakit saluran pencernaan dan pernafasan.

    Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Blitar – Dissie Laksmonowati Arlini mengatakan di musim hujan ada sejumlah penyakit yang harus diwaspadai masyarakat. Mulai gangguan saluran pencernaan seperti diare, infeksi saluran pernafasan seperti: flu, pneumonia, dan infeksi virus dengue yang.

    Dissie mengimbau masyarakat rutin membersihkan lingkungan rumahnya tidak membiarkan adanya genangan air di setiap sudut rumah.

    Selain itu, penerapan gaya hidup sehat juga diperlukan karena perubahan cuaca harus diimbangi dengan kondisi tubuh yang fit.

    Dinas juga melakukan fogging di sejumlah sekolah untuk antisipasi penyakit DBD.

    Di bulan lalu, Dinkes menemukan satu kasus DBD.

    Reporter : Dinda
    #radioblitar #radiomayangkara

  • Pemkot Blitar Temukan Pelanggaran Pembakaran Sampah Meski Ada Perda Larangan

    Meskipun dilarang dan sudah ada perda-nya, Pemkot Blitar masih menemukan masyarakat yang membakar sampah sembarangan.

    Penyuluh Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar – Haryono mengatakan, meskipun sudah ada larangan membakar sampah, namun pihaknya masih menemukan masyarakat yang membakar sampah sembarangan.

    Mayoritas mereka yang membakar sampah ini beralasan hanya sedikit yang dibakar dan jauh dari tempat pembuangan sampah. Padahal sesuai Perda Nomor 4 tahun 2017 yang tentang pengelolaan sampah dilarang membakar sampah sembarangan.

    Haryono mengakui, belum ada sanksi yang tegas untuk aturan ini karena hanya teguran saja.

    Namun pihaknya rutin melakukan pengawasan pada pihak yang berulang kali membakar sampah.

    Bila masih saja mengulangi, maka akan ditindak tegas. Menurutnya, banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari membakar sampah, seperti permasalahan sosial antar warga kemudian juga polusi udara.

    Haryono menambahkan, saat ini total TPS di Kota Blitar ada di 26 titik. 26 titik itu tersebar di 21 kelurahan yang ada di Kota Blitar.

    Reporter : Dinda

    #radioblitar #radiomayangkara

  • Pemenang Liga Pelajar Walikota Cup 2024 Berpotensi Ikuti Seleksi Klub PSBR Blitar dari PSSI Kota Blitar

    Pemenang Liga Pelajar Walikota Cup 2024 berpotensi bisa mengikuti seleksi klub PSBR Blitar asuhan dari PSSI Kota Blitar.

    Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Blitar – Moh. Aminurcholis mengatakan, gelaran Liga Pelajar Walikota Cup 2024 tingkat  SD, SMP dan SMA berlangsung sukses.

    Menurutnya, turnamen liga pelajar ini sebagai upaya Pemkot Blitar menjaring bibit bibit unggul.

    Para pemain yang berprestasi  akan dibina dan difasilitasi untuk menjadi atlet daerah yang mampu berlaga di turnamen tingkat yang lebih tinggi.

    Selain itu mereka juga bisa  mengikuti seleksi klub PSBR Blitar asuhan dari PSSI Kota Blitar.

    Aminurcholis menyebut, turnamen liga pelajar ini  akan  digelar kembali tahun depan karena sudah menjadi agenda tahunan.

    Sementara itu, Liga Pelajar Walikota Cup 2024 kategori SMA juara I diraih SMAN 2 Kota Blitar, juara II SMK 1 Islam Blitar, juara III SMKN 1 Blitar dan harapan I MAN Kota Blitar.

    Untuk kategori SMP juara I diraih SMPN 2 Kota Blitar, juara II SMPN 3 Kota Blitar, juara III MTsN 1 dan harapan I MTs NU.

    Sedangkan kategori SD juara I diraih SDN Karangtengah, juara II SDN Gedog, juara III SDN Bendogerit dan juara harapan I SDN Pakunden.

    Reporter : Nindy

    #radioblitar #radiomayangkara