Radio Mayangkara

Kritis & Solutif

Kategori: Uncategorized

  • DLH Kota Blitar bakal bangun 1 TPS baru dan memasang lampu hias di sepanjang jalan Sudanco Suprijadi Kota Blitar menggunakan dana PAK sebesar 1 miliar.

    DLH Kota Blitar bakal bangun 1 TPS baru dan memasang lampu hias di sepanjang jalan Sudanco Suprijadi Kota Blitar menggunakan dana PAK, sebesar 1 miliar.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kota Blitar — Jajuk Indihartati mengatakan, tahun ini Dinas Llingkungan Hidup atau DLH Kota Blitar mendapat anggaran sebesar 1 miliar dari perubahan anggaran keuangan atau PAK 2024.

    Anggaran itu rencananya digunakan untuk pembangunan 1 unit tempat pembuangan sampah atau TPS baru di kawasan Bendogerit Kota Blitar. Selain itu untuk perbaikan dan pemeliharaan taman Kebonrojo kota Blita.

    Rencananya, DLH juga akan memasang sejumlah lampu hias di sepanjang Jalan Sudanco Suprijadi kota Blitar menggunakan anggaran itu. Jajuk mengatakan, dengan anggaran yang terbatas ini penggunaan dana PAK hanya diprioritaskan untuk membangun sejumlah fasilitas umum.

    Jajuk menambahkan sejumlah proyek itu saat ini sudah mulai berjalan.

    Reporter : Dinda

    #radioblitar #radiomayangkara

  • Pembersihan APK di Kota Blitar Belum Tuntas 100 Persen karena Jumlahnya Banyak

    Pembersihan APK di Kota Blitar belum tuntas 100 persen karena jumlahnya banyak.

    Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Blitar – Muhammad Nur Azis mengatakan, meski pembersihan Alat Peraga Kampanye di Kota Blitar sudah dimulai sejak kemarin namun sampai sekarang progresnya masih 90 persen.

    Aziz menjelaskan waktu satu hari tidak cukup untuk menjangkau banyaknya jumlah APK yang terpasang.

    Menurut Aziz, sisa APK yang belum dilepas hari ini disisir oleh petugas di lapangan. Jumlah APK yang tersebar di wilayah Kota Blitar sebanyak ratusan.

    Reporter : Nindy

    #radioblitar #radiomayangkara

  • PENDAMPINGAN BUMDes TOYOMARTO DALAM MENGELOLA TANAH KAS DESA SEBAGAI DESTINASI WISATA OLEH DOSEN FIS UM

    Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (FIS UM) melaksanakan kegiatan pendampingan pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dalam mengelola Tanah Kas desa (TKD) sebagai destinasi wisata di desa toyomarto Kecamatan singosari Kabupaten Malang.

    Berdasarkan Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Pasal 1 Ayat 6, BUMDES adalah badan usaha dengan sebagian atau seluruh modal yang dimiliki desa melalui investasi langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan, bertujuan untuk mengelola aset, layanan, dan usaha lainnya demi kesejahteraan masyarakat desa.

    Dengan demikian, BUMDES tidak hanya fokus pada keuntungan finansial, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan warga desa. Diharapkan, BUMDES dapat mengembangkan unit usaha yang memanfaatkan potensi ekonomi desa dalam hal ini Tanah Kas desa saat ini telah menjadi destinasi wisata Water Park Pentungansari.

    Menurut Pasal 87 UU No. 6 Tahun 2014, BUMDES adalah lembaga yang dibangun dengan semangat kekeluargaan dan gotong royong, untuk memanfaatkan segala potensi ekonomi, kelembagaan ekonomi, serta sumber daya alam dan manusia demi kesejahteraan masyarakat desa. Hal ini berkontribusi pada peningkatan jumlah BUMDES setiap tahun. Pada 2018, kementerian mencatat bahwa 61% desa di Indonesia memiliki BUMDES, meningkat dari 1.022 unit pada 2014 menjadi 45.549 unit pada 2018, dengan 1,07 juta tenaga kerja terserap.

    Tim yang terdiri dari Dr. Sri Untari, M.Si., Dr Agung Hariyono. SE.M.Pak dan Desinta Dwi Rapita, S.Pd, SH, MH dari FIS UM berfokus pada pendampingan pengelolaan BUMDES, bertujuan untuk mengembangkan Desa wisata Budaya di Toyomarto yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan desa melalui pengelolaan Tanah Kas Desa (TKD) “Pendampingan ini bertujuan memikirkan bersama BUMDes mengembangkan Water Park Pentungansari menjadi destinasi wisata yang menjadi bagian dari pengembangan desa wisata budaya di Toyomarto.

    Karena Toyomarto kaya akan potensi untuk berkembang sebagai desa wisata, sehingga BUMDes maju dan kesejahteraan masyarakat meningkat, sejalan dengan pemerintahan desa yang berkomitmen untuk menjadikan Toyomarto menjadi Desa wisata budaya ,” ujar Sri Untari.

    Dalam pendampingan, Sri Untari menggunakan pendekatan kolaboratif dengan perangkat desa, staf BPD, pengurus BUMDES, dan karang taruna dari Juli hingga November 2024.

    Kegiatan ini disambut baik oleh Kepala Desa Toyomarto, Sumito, SH, yang menyatakan bahwa kegiatan ini sangat menginspirasi pengelolaan BUMDES yang lebih profesional guna mengelola Water Park Pentungansari yang banyak dikunjungi wisatawan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga.

    Anggota Tim Agung Hariyono  menjelaskan, kegiatan ini dirancang dalam dua tahap. Pertama, Diskusi Kelompok Tefokus (Focus Group Discusion)  bersama BUMDES, Kelompok Sadar Wisata , aparatur desa untuk memetakan potensi desa yang mendukung, serta sistem pemerintahan dan keuangan dengan prinsip Good Governance.

    Kedua, fasilitasi terhadap BUMDES untuk menyusun Rencana bisnis pengelolaan Tanah Kas Desa sebagai destinasi wisata yang diminati dan mendatangkan wisatawan. Pengabdian ini mengutamakan silaturahmi dan komunikasi antara Universitas Negeri Malang dan perangkat desa Toyomarto untuk penguatan BUMDES dalam mengembangkan unit usaha dalam pemanfaatan Tanah Kas desa. Besar harapan Pentungansari akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengembangkan UMKM yang ada.

    Kepala Desa bapak Sumito.S.H menyatakan kegiatan ini diharapkan dapat mengembangkan Desa Toyomarto menjadi desa wisata mandiri dengan dukungan budaya dan UMKM, serta menjadi acuan bagi desa lain di Kabupaten Malang.

    Toyomarto bertekat untuk mewujudkan desa wisata budaya yang mandiri dan berkelanjutan, unyuk itu kerjasama dengan perguruan tinggi utamanya dengan para dosen UM ke depan akan semakin diintensifkan.

    Penulis: Aliyah AR. Alumni Psikologi UM

    (adv)

    #radioblitar #radiomayangkara

     

  • Enam Desa di Kecamatan Gandusari, Garum, dan Nglegok Terdampak Bencana Angin Kencang, Puluhan Rumah Rusak dan Satu Korban Luka

    Pagi ini BPBD Kabupaten Blitar dan tim gabungan melanjutkan pembersihan kerusakan puluhan rumah di tiga kecamatan yang terdampak angin kencang, Kamis kemarin.

    Kamis sore kemarin, terjadi hujan lebat disertai angin kencang di enam desa dari tiga kecamatan di Kabupaten Blitar, di antaranya desa Gandusari, Sukosewu, Sumberagung dan Kotes kecamatan Gandusari. Desa Sumberasri Kecamatan Nglegok dan Desa Slorok kecamatan Garum.

    Akibatnya 85 rumah warga mengalami kerusakan karena tertimpa pohon tumbang dan tiga tiang listrik roboh.

    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar – Ivong Berttryanto mengatakan hari ini petugas gabungan melanjutkan proses pembersihan rumah warga serta fasilitas umum yang mengalami kerusakan. Ivong mencatat total rumah yang rusak di empat desa di kecamatan gandusari sebanyak 76 titik.

    Kemudian di Sumberasri Nglegok satu garasi rumah warga rusak, serta di Desa Slorok Garum total 8 rumah rusak dan tiga tiang listrik tegangan menengah roboh.

    Ivong menambahkan, selain kerusakan rumah satu warga Gandusari berusia 78 tahun mengalami luka di kepala dan kakinya setelah tertimpa bangunan rumah yang roboh.

    Korban sudah dibawa ke rumah sakit.

    Reporter : April

    #radioblitar #radiomayangkara

  • Kpu Kabupaten Blitar menerima ratusan ribu lembar surat suara Pemilihan Gubernur dan wakil gubernur Jatim, kemarin

    Kpu Kabupaten Blitar menerima ratusan ribu lembar surat suara Pemilihan Gubernur dan wakil gubernur Jatim, kemarin.

    Rabu sore kemarin, KPU Kabupaten Blitar menerima logistik surat suara untuk Pemilihan Gubeenur dan Wakil Gubernur Jatim. Ketua KPU kabupaten Blitar Sugino mengatakan, surat suara yang datang berjumlah 495 box atau sesuai dengan kebutuhan surat suara sebanyak 988.403 lembar.

    Jumlah ini sudah menyesuaikan daftar pemilih termasuk surat suara cadangan 2,5% di masing-masing TPS.

    Sugino menyebut, surat suara yang baru tiba ini langsung disimpan di Gudang KPU kabupten Blitar kecamatan Garum. Sugino menyebut surat suara ini segera disortir dan lipat.

    Kemudian KPU juga menerima logistik sampul kubus berjumlah 19.652 buah dan terbungkus dalam 66 box.

    Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar Nur Ida Fitria ikut melakukan pengawasan penerimaan logistik gudang.

    Reporter : April
    #radioblitar #radiomayangkara

  • Pemkab Blitar Gelontorkan Rp 2,5 Miliar untuk Kurangi Pengangguran dan Dorong Kewirausahaan

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar kini tengah fokus untuk mengurangi angka pengangguran dan menumbuhkan enterpreneur baru. Tidak tanggung-tanggung, Pemkab Blitar menggelontorkan anggaran sebesar Rp.2,5 Miliar untuk menggelar berbagai pelatihan kerja dan wirausaha.

    Anggaran ini disalurkan Pemkab Blitar melalui Dinas Tenaga Kerja. Rencananya anggaran itu akan digunakan untuk menggelar 11 kali pelatihan kerja dan wirausaha.

    Kabid Pelatihan Kerja, Produktivitas Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Latprotrans) Disnaker Kabupaten Blitar, Latip Usman mengatakan sebanyak 6 pelatihan sudah dilakukan, sementara 5 lainnya masih dalam tahap perencanaan.

    Semua anggaran pelatihan ini berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Pelatihan ini pun disambut baik oleh masyarakat Blitar. Bahkan selama 6 kali pelatihan, jumlah pesertanya selalu membeludak hingga lebih 100 orang.

    Adapun pelatihan dari APBD, ada barbershop sudah dilaksanakan di Kecamatan Wlingi dan Sanankulon. Anggarannya Rp 225 juta tiap kecamatan, sehingga total Rp 450 juta.

    Disnaker tidak hanya gelar pelatihan, namun juga memfasilitasi sertifikasi hingga penempatan kerja. Sehingga mereka langsung berkoordinasi dengan perusahaan penampung pekerja. Tentu ini menjadi peluang bagi orang yang mengejar kompetensi dan bagian mengurangi pengangguran.

    Dari semua latihan digelar Disnaker, instrukturnya dari luar kota. Sebab di Blitar tidak ada tenaga ahli bersertifikat untuk bisa melatih para pencari kompetensi dan keahlian.

    Misalkan, pelatihan MUA instrukturnya dari Surabaya dan barista asesornya dari Tangerang.

    Sumber: berita jatim

    #radioblitar #radiomayangkara

  • Lebih dari 10 Ribu Siswa Putus Sekolah di Kabupaten Blitar, Data Kementerian Pendidikan Catat 10.714 Anak

    Lebih dari 10 ribu siswa harus mengalami putus sekolah di Kabupaten Blitar. Data Kementerian Pendidikan mencatat, jumlah anak putus sekolah di Blitar mencapai 10.714.

    Jumlah itu terbilang cukup besar. Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar pun saat ini tengah konsen mencari penyebab dan solusi dari permasalahan putus sekolah ini.

    “Sesuai dengan yang disampaikan Bupati Blitar angka putus sekolah diangka 10.714, terkadang anak setelah lulus sekolah dasar langsung mondok, itu kan bisa masuk data dapodik,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Adi Andaka

    Saat ini Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar tengah melakukan penyelidikan soal kebenaran data tersebut. Dindik Kabupaten Blitar kini juga melakukan penyelidikan soal penyebab tingginya angka putus sekolah.

    “Ini data semua (baik lembaga di naungan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama) mulai dari usia 6 hingga 12 tahun,” tegasnya.

    Angka putus sekolah ini terjadi di semua lembaga baik yang dibawah naungan Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama. Siswa putus sekolah ini sudah terjadi sejak pendidikan dini hingga SMP.

    “Kalau dulu alasannya banyak yang kerja tambang, atau bantu orang tua bertani atau nelayan kan sekarang tidak. Itu yang kini sedang kita cari tahu apa penyebabnya dan solusinya,” tutupnya.

    Sumber: berita jatim

    #radioblitar #radiomayangkara

  • KUA Kota Blitar Masih Gunakan Buku Nikah Lama, Belum Ada Surat Edaran Resmi dari Kanwil

    Hingga kini KUA di kota Blitar masih menggunakan format buku nikah lama untuk pengantin meskipun kementerian agama RI sudah mengimbau menggunakan format baru. Hal itu dikarenakan belum ada surat edaran resmi dari Kanwil.

    Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat atau Binmas Kantor Kementerian Agama atau Kankemenag kota Blitar – Purnomo mengatakan, hingga kini KUA di kota Blitar masih menggunakan format lama cover buku nikah meskipun kementerian agama RI sudah memberikan himbauan untuk menggunakan format baru buku nikah yang mulai dilaksanakan pada 22 Oktober lalu.

    Hal itu lantaran hingga kini belum ada surat edaran resmi dari kantor wilayah atau kanwil untuk menggunakan format baru. Namun nantinya jika ada edaran resmi, maka KUA di kota Blitar akan mengikuti aturan baru.

    Purnomo menjelaskan, format baru cover buku nikah semua cover akan diubah dengan warna hijau, baik buku nikah untuk laki laki maupun perempuan. Sedangkan untuk ukuran buku nikah masih sama 8×12 cm.

    Huruf,seri dan nomor porporasi di format baru bersifat tunggal atau tidak ganda.

    Purnomo menambahkan, meskipun belum ada edaran resmi namun untuk logistik buku nikah format baru sudah terdistribusi di masing masing KUA di kota Blitar.

    Reporter : Dinda

    #radioblitar #radiomayangkara

  • Stadion Soepriadi Kota Blitar Jadi Homebase Arema FC dan PSBR di Liga 3

    Selain digunakan homebase Arema FC, Stadion Soepriadi Kota Blitar juga akan dijadikan homebase klub Persatuan Sepak Bola Blitar Raya (PSBR) di Liga 3.

    Ketua PSSI Kota Blitar – Yudi Meira mengatakan, dalam waktu dekat stadion Soepriadi juga akan dijadikan untuk homebase klub Persatuan Sepak Bola Blitar Raya (PSBR) di Liga 3.

    Sehingga nantinya akan ada dua klub yang ber-hombase di stadion, diantaranya Arema FC dan PSBR.

    Yudi menyebut, managemen PSBR sudah mengajukan izin dan perjanjian kerjasama dengan PSSI sejak satu tahun lalu.

    Kini pihaknya sedang menunggu jadwal pertandingan resmi dari PSBR sembari akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Blitar.

    Yudi mengupayakan pihaknya akan mengatur jadwal pertandingan Liga 1 dan 3 agar tidak terjadi benturan.

    Reporter : Nindy
    #radioblitar #radiomayangkara

  • Polres Blitar Kota Terapkan Tilang Manual dan Elektronik Selama Operasi Zebra Semeru 2024

    Polres Blitar Kota memberlakukan tilang manual dan elektronik selama dua pekan pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2024.

    Kapolres Blitar Kota – AKBP Danang Setyo Pambudi mengatakan, Operasi Zebra Semeru 2024 berlangsung selama dua pekan mulai 14 hingga 27 Oktober mendatang. Operasi ini difokuskan di sejumlah jalan yang rawan kemacetan, kecelakaan dan pelanggaran di wilayah hukum Polres Blitar Kota.

    Menurut Danang pihaknya tetap mengedepankan penindakan berupa sosialisasi dan edukasi seperti teguran secara lisan.

    Selain itu juga memberlakukan tilang manual dan elektronik berbasis ETLE statis maupun mobile.

    Danang menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas ketika berkendara di jalan raya.

    Sementara itu, ada 10 jenis pelanggaran yang menjadi target umum dalam Operasi Zebra Semeru 2024 ini, beberapa diantaranya tidak menggunakan helm SNI, berboncengan lebih dari satu orang, dibawah umur, melawan arus lalu lintas dan lain lain.

    Reporter : Nindy
    #radioblitar #radiomayangkara